Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Covid-19 Kelurahan Candirejo Ungaran

Tuesday, 12/05/2020 Kegiatan Prodi

Pada 31 Desember 2019, WHO China Country Office melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Pada tanggal 7 Januari 2020, Cina mengidentifikasi pneumonia yang tidak diketahui etiologinya tersebut sebagai jenis baru coronavirus (Covid-119). Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO telah menetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia/Public Health Emergency of International Concern (KKMMD/PHEIC) (Kemenkes, 2020).

Dalam kondisi saat ini, virus corona bukanlah suatu wabah yang bisa diabaikan begitu saja. Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Tanda-tanda dan gejala klinis yang dilaporkan pada sebagian besar kasus adalah demam, dengan beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru (Kemenkes, 2020). Saat ini, perkembangan penularan virus ini cukup signifikan karena penyebarannya sudah mendunia dan seluruh negara merasakan dampaknya termasuk Indonesia.

Kegiatan PKM ini bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam hal menanggulangi dampak penyebaran dan menekan angka kematian akibat adanya virus Covid-19 yang menjadi pandemic global yang telah ditetapkan oleh badan organisasi Kesehatan dunia yaitu WHO. Virus ini pun masuk ke Indonesia awal Maret, sehingga mengubah perilaku dan tatanan kehidupan baru. Perlu adanya sikap yang harus diubah, salah satunya adalah kegiatan mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, serta konsumsi makanan yang bergizi.

Permasalahan yang sering terjadi adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam pencegahan covid-19 dinilai sebagai penyebab meningkatnya penyebaran virus ini. Pemerintah sudah berupaya untuk memberikan penjelasan dalam pencegahan covid-19, namun dirasa antar masyarakat masih perlu untuk saling mengingatkan dan adanya pelaksanaan penyuluhan terus-menerus agar laju penyebaran covid-19 bisa diminimalisir. Kepala daerah harus memiliki strategi agar himbauan yang dilakukan ditaati oleh masyarakat setempat, hal ini harus melibatkan dan didukung oleh pejabat desa, perangkat desa seperti PKK hingga karang taruna. Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Ngudi Waluyo dalam kegiatan ini melibatkan dari prodi akuntansi perpajakan yang diketuai oleh Dr. Bayu Kurniawan, S.Kom, M.M dan anggota tim pengabdian masyarakat yaitu Kustiyono, S.E., M.Kom., Akt, Dr. Rian Sacipto, M.H., dan Fitri Dwi Jayanti, M.Acc., Ak.membantu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Kelurahan Candirejo, Ungaran dalam pencegahan dan mitigasi Covid-19.

Sebelum dimulai kegiatan, tim pengabdian masyarakat mengarahkan peserta untuk mencuci tangan yang sudah disediakan tim pengabdian sebelum masuk kedalam ruangan, tim pengabdian lalu membagikan masker kepada para peserta penyuluhan. Pemakaian masker merupakan salah satu pencegahan penularan covid-19 untuk melindungi diri dan melindungi antarsesama manusia. Tim pengabdian berada di depan pintu masuk untuk pengecekan suhu badan peserta, peserta dengan suhu badan lebih dari 37° tidak diperkenankan untuk mengikuti penyuluhan.

Setelah diadakannya penyuluhan mengenai mitigasi dan pencegahan covid-19, masyarakat sekitar dikelurahan Candirejo memahami cara mencuci tangan dengan baik dan melakukannya secara teratur dan menyeluruh dengan sabun dan air bersih yang mengalir atau membersihkan tangan dengan pembersih tangan berbahan dasar alkohol sebelum melakukan aktivitas atau memegang sesuau, sebelum makan, dan yang paling utama setelah melakukan kontak dengan orang sekitar, dan kontak dengan benda yang kemungkinan terkontaminasi. Setiap keluarga diharuskan untuk menyediakan tempat cuci tangan yang ditempatkan didepan rumah untuk memberi perlindungan diri sebelum masuk didalam rumah. Kesadaran untuk selalu memakai masker apabila keluar rumah, menjaga jarak antarsesama, dan selalu bergotong-royong untuk menjaga kebersihan lingkungan serta pembersihan dan disinfeksi lingkungan secara berkala.

 

Universitas Ngudi Waluyo © Program Studi Akuntansi Perpajakan D4 2019